Senin, 24 Maret 2014

Kebun Gizi Pemenang MDGs Award



PEMANFAATAN LAHAN SEBAGAI PENDUKUNG PROGRAM PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT
(Best Practice Kebun Gizi Mandiri di Dusun Karet Pleret Bantul Yogyakarta)


1Ratna Kusuma, SKM, ratnakusuma.jogja@gmail.com
2Dwi Endah, MPH, d.endah@yahoo.com





Kebun Gizi Mandiri yang diinisiasi oleh para kader kesehatan telah berjalan 2 tahun. Menjadi salah satu inovasi program pemberdayaan kesehatan masyarakat terutama gizi keluarga.

Bertujuan menurunkan angka gizi kurang, meningkatkan pola konsumsi sayuran dan pemanfaatan lahan sebagai bentuk ketahanan pangan. Penghargaan MDG’s 2013 menjadi motivasi besar untuk melakukan perluasan yaitu dengan konsep sister farm. Saat ini sudah ada 3 sister farm yang siap berkontribusi mencapai tujuan Kebun Gizi Mandiri.



“Program inovatif yang memiliki visi jauh kedepan”

(Prof. Nila F. Moeloek Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG)




Kabar bahagia datang dari Jakarta. Malam itu kami akhirnya berhasil memboyong piala MDGs award untuk warga Bantul. Penghargaan ini merupakan kategori nutrisi dari Millennium Development Goals Awards atau MDGs Awards. Tujuan kami menggagas satu konsep nutrition garden yang kami sebut dengan Kebun Gizi Mandiri untuk menurunkan jumlah balita gizi kurang, meningkatkan konsumsi buah dan sayur di masyarakat. Lokasi berada di dusun Karet Pleret Bantul Yogyakarta.


Yuks maen dan kopdar disana, saat ini sudah ada di beberapa wilayah di seluruh indonesia yang telah melakukan duplikasi program kebun gizi. program pemanfaatan lahan berbasis masyarakat. d.endah@yahoo.com or +6281328072647 ratna +6281390294533



Minggu, 23 Maret 2014

Sedekah Sampah Menjadi Nominasi MDGs

Satu lagi program inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah bencana merapi menjadi nominasi MDGs untuk kategori sanitasi.
@sedekahsampah merupakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan cara pemilahan sampah sesuai jenisnya, dikumpulkan dan hasil penjulan sampah digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Tempat penampungan sedekah sampah warga hunian tetap merapi


Panen sedekah sampah di hunian tetap merapi

Jumat, 22 November 2013

Klinik RBG Rumah Zakat Jogja

Klinik RBG rumah zakat berlokasi di jalan parangtritis km 10 gabusan sewon bantul (500 m selatan pasar seni gabusan). Layanan yang diberikan antara lain poliklinik dokter umum, persalinan, periksa kehamilan, keluarga berencana, khitanan,pengantaran pasien dan jenazah. layanan klinik RBG merupakan layanan kesehatan gratis untik masyarakat yang membutuhkan.
Jam layanan senin-sabtu jam 08.00-16.00 persalinan 24 jam. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi no tel 0274-6462632
Selain program layanan di dalam gedung , program kesehatan dari rumah zakat yang telah bekerja sama dengan cita sehat foundation berupa pemberdayaan kesehatan masyarakat. Ada beberapa wilayah yang menjadi binaan dalam pemberdayaan kewehatan. Kegiatan tersebut berupa sedekah sampah, kebun gizi, dusun bebas asap rokok, pendampingan posyandu balita dan lansia, pekan olahraga dusun, kader jumantik mandiri dll.

Minggu, 29 September 2013

Potret lansia produktif

Mbah dukuh dusun kauman tamanan banguntapan bantul merupakan salah satu anggoota komunitas lansia produktif.  Diusianya yang sudah menginjak 76 tahun masih tetap sehat dan menjalani aktifitas sebagai pengurus kegiatan sedekah sampah di wilayah RT 2 kauman tamanan bantul. Dengan keikhlasan dan ringan hati setiap hari memilah sampah yang ada di tempat penampungan sedekah sampah. Setiap ada sampah plastik yang basah, selalu di cuci dan dijemur, pemilahan sampah kertas dan plastik sudah biasa dia lakukan. Dengan diipilah lebih detail dan dibersihkan katanya lebih mahal untuk dijual. Jika lebih mahal maka uang dan kemanfaatan yang diperoleh dari sodaqoh sampah lebih banyak.
Selain sebagai pegiat kegiatan sedekah sampah, mbah dukuh aktif mengikuti dan mengajak senam pekanan, penggerak kelompok lansia sehat dan mengikuti pelayanan kesehatan lansia. 
Kita semua belajar dari apa yang dilakukan mbah dukuh ini sebagai pemilah sampah, kalau dilihat kegiatan yang dia lakukan kecil dan mungkin terlihat sepele tetapi jika dilakukan dengan konsisten memiliki maslahat yang besar. Seperti yang diungkap Mbah Dukuh 'Yo iki sing iso tak lakokno, mugo-mugo manfaat nggo kabeh, dadi sodaqohku marang masyarakat'. Saya sendiri mendengar apa yang disampaikan mbah dukuh menjadi malu dengan masih banyak yang belum dilakukan untuk kemaslahatan.

Minggu, 08 September 2013

Sharing Konggres IAKMI ke 12 Kupang


Menjadi pengalaman pertama untuk mengikuti Konggres Nasional IAKMI (Ikanatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) ke 12 tanggal 4-7 September lalu di Kupang, sekaligus menjadi pengalaman pertama kali juga tinggal beberapa hari di Kupang. KONAS IAKMI yang diadakan setiap 3 tahun  di tahun 2013 ini mengambil tema "Politik Membangun Bangsa". banyak tokoh politik yang dihadirkan untuk sharing bagaimana pandangan politik terhadap status kesehatan bangsa.

Presentasi Makalah
Selain beberapa tokoh politik hadir juga beberapa keynote speach dan pemateri berkaitan dengan isue yang sedang menarik dan update, seperti Universal Health Coverage, Tradisional, Alternatif & Komplementer dalam Pelayanan  Kesehatan Modern (PHAA / NORPHCAM) dihari kedua dipaparkan materi Evaluasi dan Tantangan Penerapan Kurikulum HIV pada  Program Studi Kesmas (KPAN), Community Mobilization for Combating DBD (SC Johnson), GenRe (BBKBN), Health Ageing, Pengalaman penerapan program inovasi KIA di NTT, one health, serta ada pameran poster yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta Konas. Tiba di hari kedua tepatnya siang hari waktu setempat pemateri abstrak diberi kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya. Saya sendiri diberi kesempatan untuk memaparkan makalah berupa hasil riset saya dengan judul Studi tentang Kontribusi Lembaga Filantropi dalam Pencapaian MDGs. 

Banyak ilmu yang telah diperoleh serta lesson learn dan jaringan kemitraan juga pertemanan dari mengikuti konggres IAKMI ini. teman seprofesi tentunya dari aceh hingga papua,  beberapa NGO, para peneliti, sahabat baru saya dari timor leste, NGO Aus Aid, dr.Kantjit WHO representatif di Indonesia. Prof Tri Budi dari Pusat Studi Health Ageing UI kapan-kapan bisa sharing mengenai health ageing program yang sudah kita implementasikan di Yogyakarta. salam dan selamat berkarya.
semoga dipertemukan lagi di KONAS IAKMI tahun 2016 di Makasar dalam keadaan lebih baik, aamiin

Senin, 25 Maret 2013

Menghidupkan Hidup

Pernah mendengar "Kerjakanlah hal yang kita sukai maka tidak ada satu hari pun kita perlu bekerja?" Bekerja sesuai paasion akan menghasilkan energi terbarukan sebagaimana matahari.
yah inilah yang saat ini banyak saya kerjakan. menyenangkan memang memiliki aktifitas (sebagian besar ngomong si sy kerja) padahal sy sedang menyalurkan hobby,hehehe.. tidak ada rasa lelah, tidak ada rasa frustasi dan kecewa berkepanjangan, yang ada energi baru untuk terus berkarya. karena semua dilalui dengan minat. inilah dunia saya, semoga sekaligus bekal untuk kehidupan abadi kelak. penuh rasa syukur yang mendalam atas kesempatan yang Alloh berikan, Alloh telah membuka pintu hidayah itu. :)


Beberapa teman ada yang menanyakan apa si yang dicari dalam aktifitas yang sedang kamu jalani? apakah harus mengorbankan pekerjaan/masa depan yang lebih besar untuk sekedar mengejar passion. saya jadi ingat buku Rene "Your Job is not your career", sy buka dan kembali membaca, tidak bosan membacanya meski sudah berulang kali :D. iya mengapa mengejar passion seperti harus berkorban? malah kebalik ya, pengorbanan dilakukan jika mengerjakan sesuatu tidak dengan passion=minat.
hemm..
sy mengutip apa yang disampaikan di buku tersebut bahwa seringkali hidup kita hanya sekedar untuk memenuhi keinginan yang sering kali kita salah kaprahkan atas nama kebutuhan?
bagaimana dengan manfaat dan kontribusi yang bisa atau seharuskan kita berikan?menjalani passion mungkin tidak mendatangkan secara ekonomis secara instan, tapi akan membuka pintu menuju hidup yang tidak hanya diwarnai kepentingan ekonomis. dan itu nilainya lebih sustainable...
Fokus berbuat baik dan lebih banyak menebar manfaat untuk orang lain, itulah value menghidupkan hidup
thank's

A Great life!
Denpasar Barat, 2013

Zona Inspirasi Kompas TV