Sebaik-baik orang adalah yang banyak bermanfaat untuk orang lain.. Semakin sehat, semakin produktif, semakin bermanfaat
Senin, 03 Desember 2012
komunitas penggiat sampah
Kunjungi dan gabung bersama komunitas penggiat sampah, mengelola sampah dengan mudah, murah plus ibadah http://sedekahsampah.com/register
Senin, 12 November 2012
HKN 2012, Wabup Bantul Resmikan Kebun Gizi
![]() |
| serah terima tanaman kepada wakil bupati bantul |
Dalam Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan termaktub jelas bahwa setiap orang berkewajiban melakukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan. Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke - 48 pada 12 November 2012 menjadi satu momentum untuk kembali bersemangat bersinergi dengan pemerintah dalam pencapaian target MDGs Indonesia 2015.
Rumah zakat sebagai salah satu NGO di Indonesia, dengan misi pemberdayaan insani termasuk dalam bidang kesehatan, ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2012. Dengan mengusung tema “Berperilaku Sehat, Cegah Penyakit," Rumah zakat melaksanakan rangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan tersebut diantaranya "Ibu Sehat, Bayi Selamat," Kebun Gizi, lomba pilah sampah, Gowes Sehat, Jalan Sehat, Senam Sehat, Lansia sehat, Gerakan Sadar (BAHAYA) Asap Rokok juga healthcare roadshow.
Sedangkan pada, Minggu (11/11/2012) telah dilaksanakan Gowes Sehat dan Lansia Sehat. Kegiatan ini berlokasi di lapangan Minggiran, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta, dan dimulai pukul 06.00 Wib. Lebih dari 100 warga berpartisipasi dalam Gowes sehat dan sebanyak 200 orang warga mengikuti kegiataan senam sehat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan Rumah Zakat cabang Yogyakarta. Dalam acara ini hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta beserta jajarannya, Camat Mantrijeron, dan warga Kota Yogyakarta.
Dalam moment yang sama, di Dusun Karet, Kecamatan Pleret, Bantul telah diresmikan Kebun Gizi oleh wakil Bupati Bantul, Drs. H. Sumarno. Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung program pemerintah yaitu pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan tanaman sayur, buah dan obat keluarga. Selain itu juga sebagai gerakan masyarakat untuk berperan dalam program ketahanan pangan dan gizi. Dalam sambutannya wakil bupati Bantul menyampaikan, “Kami mewakili dari kabupaten, memberikan apresiasi bagi seluruh warga Dusun Karet, Kecamatan Pleret, Bantul atas kegiatan Kebun Gizi ini."
Seperti yang disampaikan Dwi Endah SKM, Manager Program Kesehatan Rumah Zakat cabang Yogyakarta, "Bahwa perilaku sehat dari tiap individu maupun komunitas berpengaruh pada upaya peningkatan kesehatan masyarakat." Memulai dari sekarang, dari diri sendiri dan sejak dini, perilaku sehat akan menjadi kebiasaan sehat yang dapat mencegah kita dari berbagai macam penyakit atau masalah kesehatan. "Sudah saatnya, berperilaku sehat untuk investasi kesehatan dimasa depan," tambahnya.
Minggu, 12 Agustus 2012
Selasa, 07 Agustus 2012
Dusun Sehat
http://krjogja.com/read/137914/nyamannya-kauman-jadi-dusun-sehat.kr
kunjungi dusun sehat Kauman Tamanan Banguntapan Bantul
semoga menginspirasi
Rabu, 01 Agustus 2012
Info Sedekah Sampah
Mengelola sampah dengan mudah, murah plus ibadah
http://sedekahsampah.blogspot.com
http://sedekahsampah.blogspot.com
Dapatkan buku panduan mengelola sampah dengan sistem sedekah sampah
semoga bermanfaat
Sukseskan Peringatan Pekan ASI Dunia
Bertepatan
dengan pekan ASI sedunia (World Breastfeeding Week) 1-7 Agustus, menjadi momen untuk masyarakat di Indonesia sadar ASI (Air Susu Ibu) yaitu memberikan ASI secara eksklusif kepada
bayi dengan sempurna. ASI adalah makanan
terbaik bagi bayi selama 6 bulan pertama dalam fase kehidupannya.
ASI tidak
sekedar Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayi secara formalitas saat bayi
menangis saja. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pemberian ASI secara
ekslusif . Bagi bayi pemberian ASI ekslusif memberikan dampak kesehatan dan
memberikan gizi paling sesuai untuk kebutuhan bayi. Manfaat lain dari pemberian ASI ekslusif
yaitu :- Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi
- ASI jauh lebih murah ASI meningkatkan kecerdasan otak Hasil penelitian dr.Riva (1997) ditemukan bahwa bayi yang diberi ASI ekslusif ketika berusia 9,5 tahun mempunyai tingkat IQ 12,9 point lebih tinggi dibanding anak yang ketika bayi tidak diberi ASI ekslusif.
- ASI meningkatkan daya tahan tubuh
- ASI mengandung sel darah putih, antibody, hormon faktor-faktor pertumbuhan enzim serta zat pembunuh bakteri dan virus
- ASI mencegah reaksi alergi dan asma
- ASI melindungi bayi dari penyakit
- ASI dapat meningkatkan daya penglihatan dan menstimulan bicara
- ASI lebih mudah di cerna bayi
Untuk memberikan
program ASI diperlukan dukungan suami/keluarga
dan masyarakat. Semoga dengan peringatan pekan ASI dunia ini menyadarkan ibu
untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberian ASI minimal sampai usia bayi 6 bulan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
A. PHBS Rumah Tangga
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu
mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi ASI ekslusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
B. PHBS Institusi Kesehatan
PHBS di Institusi Kesehatan
adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan
petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan
Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi Kesehatan yaitu :
1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan Jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok di institusi kesehatan
5. Tidak meludah sembarangan
6. Memberantas jentik
nyamuk
C. PHBS Tempat-tempat Umum
PHBS di Tempat - tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat - tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat - tempat Umum Sehat.
PHBS di Tempat - tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat - tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat - tempat Umum Sehat.
Tempat - tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat - Tempat Umum yaitu :
1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan jamban
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak merokok di tempat umum
5. Tidak meludah sembarangan
6. Memberantas jentik nyamuk
D. PHBS Sekolah
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :
1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya
E. PHBS Tempat Kerja
PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara
lain :
1. Tidak merokok di tempat kerja
2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja
3. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil
5. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja
6. Menggunakan air bersih
7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar
8. Membuang sampah pada tempatnya
9. Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan
sumber pusat promosi kesehatan
Langganan:
Postingan (Atom)




